Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2009

Memasang Rainbow Script

Beberapa buan yang lalu, sahabat Hidayat menanyakan via kotak komentar dan shoutbox bagaimana caranya membuat link berkedip ketika disentuh mouse. Sebenarnya sudah terlalu banyak yang menjelaskan tips mempercantik blog ini, yakni memasang script Rainbow atau Script Pelangi. Silahkan arahkan mouse sobat ke segala macam link yang ada di blog ini, maka titel link-nya akan berkedip seperti pelangi. Maka tidak berlebihan barangkali ketika pembuatnya memberi nama script ini dengan RAINBOW SCRIPT.

Setelah coba googling, saya baru tahu bahwa pembuatnya adalah TAKANASHI Mizuki. Entah dari bangsa mana beliau berasal. Tapi, dari namanya kayaknya beliau orang Madura deh... Maka, mumpung saya ingat pertanyaan plus permintaan sahabat Hidayat itu (bahkan ia meminta saya agar mengirimka ke emailnya), saya coba posting di blog ini, meskipun bagi sobat yang lain mungkin tips sudah basi...

Untuk memasangnya, sebenarnya sangat simpel.
1. Login ke Blogger dengan ID sobat.
2. Tujua TATA LETAK dan Klik Edit HT…

Ketika Perempuan Sedang Terluka : Sebuah Catatan untuk Hany

Saya tidak terbiasa menulis tentang perempuan secara vulgar, apalagi menyangkut dunia perasaan yang menyayat, ritme tangis yang menusuk, nestapa keputusasaan yang menyentak-nyentak naluri. Saya tidak terbiasa, karena dalam nalar kelelakian yang sejati, kita sering dihadapkan pada kondisi psikologi perempuan yang kadang memang paradoks. Dan ketika paradoksalitas itu kian kentara, yang muncul dihadapan kita hanyalah anomali-anomali, ambivalensi-ambivalensi dan term-term lain yang menjebak pada labirin. Ya, paradoksalitas itu saya temukan siang tadi, di pojok kantin IAIN Supel yang pengap, sesak oleh asap rokok yang menari-nari di helai angin.

Maka izinkan saya sedikit bercerita tentang paradoksalitas itu, yang saya tangkap dalam lembar hidup seorang perempuan yang katanya bernama Hany, perempuan supel dan menurut kebanyakan temannya adalah ”lincah”. Saya tidak terlalu jauh menginterogasi diksi lincah yang dikatakan temannya itu. Bagi saya cukup dengan hanya melihat guratan matanya, mesk…

Memasang Profil Facebook ke dalam Blog

Bahauddin Amyasi's Profile | Create Your Badge



Bagi sobat yang sudah akrab dengan dunia facebook, mungkin sharing kita kali ini bukan hal baru. Sudah banyak para blogger yang memasang badge profil facebook ke dalam blog mereka. Selain karena untuk sekedar ”cari muka” , badge ini juga berfungsi untuk sosialisasi dan pengembangan jaringan, agar pengunjung blog kita terhipnotis untuk mengunjungi facebook milik kita. Nah lho....

Untuk sobat yang sudah mengerti, abaikan saja. Tetapi, kita kan sharing karena tetap ada kemungkinan bahwa di antara sobat-sobat kita masih belum faham. Ya, kan? Oke, biar tidak panjang lebar, kita langsung saja ke topik pembicaraan.

Kita login dulu ke akun facebook kita.

Pada bagian profil, kita tuju tulisan Create a Profile Badge yang ada di pojok kiri paling bawah.

Klik tulisan tersebut, dan kita bisa mengedit fitur apa saja yang akan ditampilkan. Jangan lupa untuk menyimpan hasil edit (SAVE).



Ambil kode yang diberikan lalu paste di elemen blog, atau langsung kli…

Teks Berjalan di Navbar Bawah

Beberapa waktu yang lalu, rekan Multimedia Bali (nama yang diperkenalkan melalui kotak komentar) menanyakan bagaimana cara membuat tulisan di bawah Header blog. Saya tidak tahu pasti apa yang dimaksud dengan "Tulisan dibawah Header", apakah itu berarti hanya teks biasa tanpa efek marquee atau tidak. Tetapi, karena pertanyaan beliau adalah komentar untuk Postingan Membuat Teks Berjalan di Navbar Atas", maka saya berasumsi bahwa yang dimaksud tulisan dalam pertanyaan tersebut adalah Tulisan Berjalan.

Untuk membuat tulisan berjalan, kita bisa membuatnya dengan menggunakan jasa Free Service Online seperti Rockyou.com dengan Glittertext-nya, Widgeo.net dengan Flash effects &
Flash Message-nya dll. Untuk langkah-langkahnya, insyaAllah akan diulas pada postingan selanjutnya.

Selain triks instan di atas, kita juga bisa mengunakan kode html. Tag dasarnya adalah : <marquee>Isi Tulisan</marquee> dan ditambah sedikit atribut pelengkapnya. Insya Allah juga akan diulas …

Intermezo : Antara Buaya Darat dan Lubang Buaya

Membaca judul di atas, pesan saya hanya satu : JANGAN terburu-buru untuk menilai bahwa tulisan ini ngeres, amoral, bejat, brengsek dan segala titel-titel buruk lainnya. Jangan terlalu tergesa untuk kemudian berasumsi, apalagi menjustifikasi bahwa saya sengaja menciptakan stigma negatif atas berbagai realitas yang paradoks di tengah himpitan kesadaran kolektif kita. Tulisan tak berarti ini, sebenarnya tidak lebih hanyalah letupan-letupan imaji yang tiba-tiba jenaka. Meloncat dari ruang kebekuan pikiran yang sesak oleh aporia hidup. Dari cipratan bahasa, lalu masuk pada dunia semantik yang kadang memang membingungkan.

Diksi buaya darat memang marak dan hampir menjadi trend ideologi kaum maskulin belakangan ini. Buaya darat bahkan hampir menjelma dogma dan ajaran yang menakutkan, terlebih bagi mereka yang pernah menjadi korban kebuasan dan kebiadaban sang buaya. Semacam dejavu dan bayang-bayang masa lalu yang kemudian menghantui setiap jengkal perjalanan yang mereka tempuh. Ya, buaya dar…

Menggagas Politik Kerakyatan*

Sebuah Tawaran Ideal dalam Kontestasi Politik Kita

Prolog : Mengenal labirin dan Aporia Politik Kita

Bukan hal yang baru, jika negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini selalu menjadi pelanggan setia sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Transparancy International Indonesia (TII) merilis hasil penelitiannya yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 negara terkorup di dunia. Rilis semacam itu pada dasarnya tidak mengandung hal-hal baru ; siapapun dan apapun lembaganya niscaya akan menghasilkan peringkat atau indeks korupsi yang kurang lebih sama.

Melihat kenyataan ini tampaknya tidak berlebihan jika kita menganggap upaya pemberantasan korupsi di negeri ini hanya merupakan mitos ketimbang realitas. Dengan perangkat hukum dan lembaga anti korupsi yang kian bertambah banyak, seaharusnya upaya pemberantasan korupsi semaki menemukan titik terang. Tetapi kenyataannya wabah korupsi makin menggila dan kian ganas.

Berbagai kasus megakorupsi di lingkaran kekuasaan yang terungkap akhi…