Skip to main content

Dosen Nakal Vs Mahasiswi Centil


Entah dengan alasan apa Tuhan menciptakan makhluk dengan rasa ketertarikan pada lawan jenisnya. Entah dengan cara apa kemudian Tuhan menentukan garis damarkasi antara cinta yang sebenarnya dengan cinta-cintaan, dan mungkin dengan cinta-cinta yang lain...

Inilah barangkali anomali sebuah rasa. Ia begitu absurd dan tak terdefenisikan, karena ia memang ada pada wilayah intersubjektif. Tapi toh rasa tetap memberikan maknanya yang sempurna, satu getaran yang aneh yang tiba-tiba membentur dinding-dinding kesadaran sang perasa. Ya, "rasa" sepertinya bisa menjelma badai bandang yang siap meluluhtantakkan dimensi keimanan seseorang.

Itulah setidaknya yang pernah dialami sang Dosen Muda di salah satu PTN di Surabaya, tepat ketika ia mampu menguraikan satu titik terang tentang dinamika akademis-biologisnnya. Ia bahkan hampir tidak mampu membedakan apakah ia sedang mentransfer pengetahuannya atau sedang terjangkit "demam bokong". Ia sering menggerutu dengan kondisi mahasiswinya yang cental-centil. Entah benar-benar menggerutu atau hanya pura-pura menggerutu, saya kurang tahu. "Tiap kali mengisi kuliah, saya mesti disuguhi panorama yang menggetarkan...", akunya kala itu.

Maka jika dosen muda ini mengeluh karena ulah mahasiswinya yang terlalu mengumbar dada dan pahanya yang mulus, dosen tua mengeluh jika mahasiswi barunya tidak ada yang cantik. "Bagaimana dengan kelas anda, Pak, banyak yang cantik nggak?" ujar sang dosen muda menirukan dialek sang dosen tua. "Biasa, Pak, tua-tua kalau tidak melihat daun muda kan tambah layu, gak semangat...", tambahnya. Dan beruntunglah seorang wanita yang memiliki tubuh indah, meski sebanding dengan konsekuensi logis yang mengiringinya. Jangan takut jika anda bolos kuliah, karena hanya dengan kerlingan senyummu, sang dosen akan luluh dan berlutut di hadapanmu. Begitulah mungkin logika yang dimainkan sang dosen.


* * *

Fenomena porno-seksi memang bukan produk baru. Malah mungkin sangat niscaya manakala ditarik pada ranah dialektika hitam-putih. Terlebih dalam kontek nalar dosen-mahasiswa dengan berjuta argumentasi yang kadang menjemukan. Tapi inilah dunia yang sesungguhnya, kata mereka. Biarlah dunia memantulkan gelap dan terangnya sesuai dengan kodrat yang ditentukan. Untuk apa kode etik mahasiswa jika tidak untuk dilanggar, untuk apa tercipta para da'i jika bukan sebagai pembimbing spitual. Toh kecantikan tubuh juga bagian dari anugerah, meski kadang juga musibah. Janganlah sekali-kali kita meringkus kompleksitas hidup dalam satu wadah. Dengan ini, lahirlah Epicureanisme-Hedonisme dalam ranah epistemologi dan Sastra Madzhab Selangkangan (SMS), Gerakan Syahwat Merdeka, Komunitas Dadaisme dalam dunia sastra, tanpa memasung kreativitas, membelenggu kebebasan berpikir, serta menciutkan imajinasi.

Maka polemik RUU Anti Pornografi-Pornoaksi adalah sesuatu yang manusiawi. Tidak usah terlalu dirisaukan, kata mereka yang menolak. Perempuan itu indah, maka biarkan keindahan itu kita nikmati. Dan kebebasan adalah hak setiap individu. Tapi keindahan yang berlebihan akan membinasakan, sanggah golongan yang mendukung. Dan hak kita hanyalah sebatas merentangkan kedua tangan. Sebuah dialektika hidup yang maha absurd. Seumpama sungai, gamericik air kehidupan yang memantulkan warna-warni nasib manusia dan takdir dunia, biarlah berjalan ke muaranya...

 14/09/2009

Comments

Popular posts from this blog

HUMAN RELATION ; Perspektif Psikologi Humanistik, Fungsionalisme dan Behaviorisme (Sebuah Kajian Analitis-Interkonektif)*

Pendahuluan
Human Relation, merupakan hubungan atau kerjasama antara dua individu atau lebih, khususnya dalam status hubungan atau interaksi social. Buruk atau baiknya human relation dapat diukur dari adanya kepercayaan yang bersifat timbal balik antara satu orang dengan orang lain serta dari adanya sebuah penghormatan atau penghargaan dan rasa tolong menolong yang kokoh. Bukan menjadi keraguan lagi bahwasanya human relation menjadi suatu keinginan yang sangat primordial bagi setiap yayasan atau sebuah organisasi, bahkan menjadi syarat utama dari terealisasinya tujuan-tujuan serta pencapaian visi dan misi sebagai kunci kesuksesan organisasi pada umumnya.

Human relation sering disebut juga dengan “interpersonal relation”, yaitu kerjasama sekelompok individu dari masyarakat social yang tumbuh dari adanya hubungan antara satu individu dengan individu yang lain. Interpersonal relation merupakan sebuah deskripsi yang jelas tentang tata pergaulan atau tingkah laku manusia dan karakteristik pr…

Kumpulan Novel Jar (untuk HP Aplikasi Java)

Bagi para novel mania, membaca novel tentunya adalah kesenangan tersendiri. Semacam interaksi personal dengan dunia imaji yang kerap menghentak-hentak ambisi. Di dunia maya, kita banyak menjumpai situs-situs yang menyediakan novel dengan berbagai format dan ekstensinya. Ada format PDF (portable document format), yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Ada juga yang dengan bentuk format htm, yang dapat dibuka dengan browsing atau internet eksplorer secara offline. Ada juga yang berbentuk format exe. Ada juga yang menggunakan windjvu-viewer (untuk membuka file extensi *.djv / *.djvu). Ada format "lit Viewer"(untuk membuka file extensi *.lit). Dan banyak "ada juga-ada juga" yang lain...

Tapi, pada postingan kali ini, saya akan berbagi lagi dengan sobat sekalian tentang Novel HP (aplikasi java). So, bagi sobat yang punya hobbi ngoleksi novel, tetapi jarang online dan tidak punya komputer, jangan khawatir. Berkat kecerdasan teknologi, kita yang …

Download Alfiyah MP3

Di kalangan pondok pesantren, nama Ibnu Malik dan Kitab Alfiyah adalah dua entitas yang sudah tidak asing lagi, terlebih bagi pondok pesantren salaf yang setiap harinya bergumul dengan kitab kuning dan tata gramatika bahasa Arab (Nahwu & sharrof). Di pondok saya sendiri, Mambaul Ulum Bata-bata, Pamekasan, Madura, kitab Alfiyah Ibnu Malik menjadi Kitab standart acuan dalam pembelajaran Kaidah bahasa Arab, dan menjadi syarat pelulusan ke tingkat Aliyah B, yang orientasinya memang menitik beratkan pada kajian kitan klasik.

Pada malam-malam tertentu, para santri diwajibakan membaca nadham (bait-bait) Alfiyah dengan bersama-sama, dengan lagu dan irama yang bermacam-macam. diharapkan, dengan tradisi pembacaan Alfiyah secara rutin dan intens, santri mamapu menhafal dan memahami isi kandungan kitab Alfiyah ini dengan baik dan mudah.

Di era teknologi dan informasi yang serba canggih ini, kitab Alfiyah dan kitab-kitab kuning lainnya sudah tidak dipelajari secara manual dan klasikal, tetapi …