ads

header ads

Seminar Internasional Pendidikan Islam

Gedung GEMA – Selasa, 04 Mei 2010
Laporan : Bahauddin Amyasi (Sekretaris Senat Mahasiswa Faklutas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya 2009-2010)

Seminar Internasional Pendidikan Islam 
Pagi itu udara terlihat sejuk. Jam masih berada di titik tujuh lewat beberapa menit. Sebagian mahasiswa memakai jas almamater dengan Co-Card bertuliskan panitia bergelantungan di dadanya, terlihat sibuk mengurusi akomodasi yang perlu dipersiapkan.

Deretan kursi hampir sesak memenuhi ruangan dalam GEMA, gedung yang berada tepat di samping gedung akademik Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel ini. Di depan pintu gerbang terpampang jelas banner besar dengan logo Djarum bertuliskan : SEMINAR INTERNASIONAL dan bebarapa anak kalimat yang tertera di bawahnya.

Itulah prosesi awal acara Seminar Internasional yang sengaja diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Supel, bertempat di GEMA, Selasa, 04 Mei 2010.  Secara konseptual-epistemologis, seminar internasional dengan tema “Reformulasi Paradigma Pendidikan Islam Menuju Pendidikan yang Mencerahkan” ini dirancang untuk mencari formulasi baru paradigma pendidikan Islam yang selama ini dianggap kehilangan taringnya.

Hipotesa sederhanya — sebagaimana disebutkan dalam proposal acara seminar internasional ini —, pendidikan Islam hingga kini boleh dikatakan masih berada dalam posisi problematik antara determenisme historis dan realisme praktis. Dalam artian bahwa, satu sisi umat Islam berada pada romantisme historis di mana mereka bangga karena pernah memiliki para pemikir-pemikir dan ilmuwan-ilmuwan besar dan mempunyai kontribusi yang besar pula bagi pembangunan peradaban dan ilmu pengetahuan dunia serta menjadi transmisi bagi khazanah Yunani, namun di sisi lain mereka menghadapi sebuah kenyataan, bahwa pendidikan Islam tidak berdaya dihadapkan kepada realitas masyarakat industri dan teknologi modern. Sehingga mau tidak mau, terobosan-terobosan baru mutlak diperlukan dalam rangka menemukan arah dan gerak baru dalam dunia pendidikan Islam dewasa ini.

Atas dasar itulah, seminar internasional yang menghadirkan Syaikh Rajab bin Ibrahim bin Islamil al-Mishry dan Dr. Abd. Kadir Riyadi, Lc., M.Sc sebagai pembicara ini merupakan agenda krusial yang patut diapresiasi. Tidak hanya karena agenda ini sangat relvan dan menyentuh sisi problematika dunia pendidikan dewasa ini, melainkan juga menjadi titik tolak atas bangkitnya ghirah wacana pendidikan Islam di kancah internasional-global.

Acara yang dimoderatori oleh Alumnus Al-Azhar Cairo, Mesir dan dosen Filsafat Fak. Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, salah satu dosen Fakultas Ushuluddin dan Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo  ini berjalan meriah, meski kondisi ruangan terkesan gerah. Antusiame para peserta tampak pada sesi tanya jawab setelah paparan dari kedua pembicara selesai. Sebenarnya, peserta yang terdaftar di buku panitia berkisari 700 orang lebih, akan tetapi karena sebagian berhalangan — entah karena benturan dengan mata kuliah atau ada jadwal mengajar bagi para guru — acara ini hanya dihadiri 600 sekian orang.

Yang menarik dari seminar internasional ini adalah adanya kesamaan “darah seperjuangan” dalam karakter pendidikan para pemateri dan mderatornya. Acara ini seolah menjadi momentum reuni dan temu silaturahim bagi mereka (kedua pemateri dan moderator), karena ketiganya sama-sama lulusan Al-Azhar Mesir semua. “Acara ini menarik karena para nara sumber dan moderatornya sama-sama alumni Mesir semua”, papar Amirul Husni, Gubernur SEMA Fakultas Tarbiyah 2009-2010.

Hadir pada acara ini Pembantu Dekan Fakultas Tarbiyah Ali Mudlafir sekaligus menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Hadir pula para undangan dari pengurus Senat Mahasiswa seluruh Fakultas yang ada di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Akhirnya, sekitar jam 12.45 acara ini dtutup oleh moderator dengan iringan tepuk tangan dari para peserta dan raut gembira di wajah-wajah panitia, lalu dilanjutkan dengan foto-foto bersama.



Untuk mendownload materi Seminar Internasional ini silahkan klik link di bawah ini.

Pemateri 1 (Syaikh Rojab bin Ibrahim bin Islamil al-Mishry)

Pemateri 2 (Dr. Abdul Kadir Riyadi, Lc., M.Sc.)

Post a Comment

0 Comments